Senandung Hujan

Hujan kembali turun di sore yang kelabu ini. Rinai air kembali mengetuk-ketuk jendela, dan membawaku ke kesyahduan yang makin menusuk. Membawaku ke dalam putaran waktu, mengembalikan kenangan-kenangan yang seharusnya tersimpan rapi di sudut kepala.

Ah, hujan… Kehadirannya dinanti oleh para pengelana yang dahaga, oleh petani yang tanahnya kering kerontang, oleh bunga padang stepa. Namun, dia dikutuk oleh orang-orang saat kehadirannya justru menimbulkan petaka. Ah, hujan…

One response to “Senandung Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s