Merdeka

Enampuluh tiga tahun sudah Republik ini berdiri, sekian lamanya negara ini menghadapi tantangan, ancaman bahkan pengkhianatan dari anak-anaknya. Entah bagaimana aku bisa memaknai kemerdekaan saat ini, dimana saling ketergantungan satu bangsa pada bangsa lain menjadi satu keniscayaan sejarah. Siapa yang merdeka, bagaimana kita merdeka, untuk apa kita merdeka? Bergumpal pertanyaan merecoki kepalaku ketika aku mengikuti upacara bendera memperingati kemerdekaan beberapa hari lalu.

Kita sudah merdekakah? Jika jawabnya “ya” mengapa kita harus membiarkan virus kapitalisme menggerogoti sistem pendidikan kita, mengapa orang harus menembus sekedar ijasah SMA harus mengeluarkan uang yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, mengapa keran liberalisasi dibuka untuk bisnis ritel yang akan mematikan sektor perdagangan informal yang justru banyak menyerap tenaga kerja, dan pertanyaan mengapa ini akan terus bertambah hari demi hari.

Mungkin kemerdekaan hanyalah konsep utopis yang selalu menggelitik orang-orang untuk membabibuta dan berlomba-lomba untuk menyongsong peluru dan bom ….

(Jakarta, two days after the Independence Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s