Pragmatis/Hipokrit?

Beberapa hari yang lalu, di majalah Time edisi online menurunkan tulisan Zbigniew Brzezinski yang diawali oleh tulisan yang dikutip di bawah ini:

“The end of the Cold War was supposed to usher in a new age in which the major powers would no longer dictate to their neighbors how to run their affairs. That is why Russia’s invasion of Georgia is so tragic and so potentially ominous. Russia is now on watch: Will it continue to rely on coercion to achieve its imperial aims or is it willing to work within the emerging international system that values cooperation and consensus?”

Tulisan ini di kacamata saya memperlihatkan bagaimana pragmatisnya pemerintahan negara superpower di benua Amerika itu. Sebagai catatan, Zbigniew Brzezinski adalah Penasehat Keamanan Nasional di zaman Presiden Jimmy Carter berkuasa. Mengapa tulisan seperti ini tidak muncul ketika Amerika menggusur Taliban atau Saddam Hussein? Apakah kekacauan di Afghanistan dan Irak tidak cukup tragis dan mengkhawatirkan…apakah nyawa orang Afghan dan Irak lebih murah daripada nyawa orang Georgia? Apakah karena Georgia merupakan sekutu potensial maka rakyatnya dianggap manusia sehingga sengketa Russia – Georgia yang memakan korban itu dianggap tragis, sedangkan rakyat Afghanistan dan Irak dianggap sama harganya dengan keledai sehingga sah-sah saja dibom, dibunuh atau diracuni? Kalimat “…the major powers would no longer dictate to their neighbors how to run their affairs…” seharusnya dijejalkan ke kuping dan otak Bush Junior sebelum dia meneken perintah penyerbuan ke Afghanistan dan Irak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s