Angka Pemiskinan

Pada hari Senin 15 September 2008 ada berita mengejutkan dari Pasuruan, 21 wanita tewas terinjak-injak karena antri memperoleh zakat. Konon sahibul hikayat, sebagian besar korban tersebut adalah janda yang menanggung hidup beberapa anak ataupun janda yang hidup sebatang kara.

Kejadian tersebut memperlihatkan betapa beban ekonomi telah membuat orang berduyun-duyun untuk memperebutkan sedikit rupiah untuk kelangsungan hidup esok harinya (baca Kompas edisi Selasa 16 September 2008) dan merupakan cermin buram betapa orang yang berada di garis kemiskinan itu masih menjadi “ancaman dan tantangan” bagi pembangunan di negeri ini.

Kemudian kalau kita bandingkan dengan apa yang disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden 15 Agustus 2008 yang menyitir data BPS bahwa angka kemiskinan menurun dari 17,7% pada 2006 menjadi 15,4% pada Maret 2008, maka ibarat jauh panggang dari api, gambaran tersebut tidak mencerminkan keadaan riil masyarakat. Perbedaan ini yang menimbulkan pertanyaan, setega itukah pemimpin kita membohongi, menipu dan membodohi rakyat hingga rakyat percaya bahwa negara kita memiliki posture yang cukup kuat, atau memang perhitungan BPS yang salah, mungkin mereka menurunkan ambang batas kemiskinan? Wallahu alam bisawab….

Namun demikian, kalau direnungkan kembali, betapa rakyat Indonesia terdiri atas orang-orang yang tahan banting dan ulet. Ketika krisis moneter melanda Asia sebelas tahun yang lalu, banyak orang pesimis akan ketahanan republik ini, mereka bilang “Republik Indonesia akan menyusul nasib Republik Jugoslavia, terpecah-pecah dan menjadi failed states, karena keruntuhan ekonomi ini dipastikan akan merembet ke dimensi lain”. Namun kenyataanya, hingga hari ini republik ini masih berdiri utuh dengan segala kecompang-campingannya. Aku sendiri terkadang masih membayangkan bahwa manusia Indonesia adalah manusia yang paling manja di muka bumi ini, karena keadaan dan suasana iklim di Indonesia yang sangat enak ditambah kekayaan alamnya yang sangat berlimpah.

Tapi…entah kenapa aku merasa bahwa kekayaan itu bukan menjadi berkah…melainkan menjadi kutukan bagi kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s