Bencanamu Wahanaku

Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada hari Jumat, 27 Maret 2009 pagi buta, alam membuktikan keperkasaannya atas keserakahan manusia. Situ Gintung, sebuah danau buatan yang dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda tahun 1930an memuntahkan 2 juta liter air yang ditampungnya ke pemukiman warga yang berada di bawahnya. Sebagai akibatnya 99 orang kehilangan nyawa, ratusan orang dilaporkan hilang (konon katanya dilaporkan tinggal 14 orang hilang), luka-luka dan harus mengungsi dari rumahnya.

Tanggul Situ Gintung yang jebol

Tanggul Situ Gintung yang jebol

Tak pelak, perhatian media massa hari-hari tersebut tersedot pada musibah itu, disamping pada kegiatan kampanye partai politik menjelang perhelatan pesta demokrasi tanggal 9 April 2009. Apalagi, Situ Gintung berada di daerah sub urban ibukota Jakarta. Hampir tiap jam televisi mewartakan perkembangan terbaru proses evakuasi korban musibah tersebut.

Kejadian tersebut juga menarik perhatian berbagai kalangan untuk mengunjungi lokasi bencana. Petugas dan relawan harus menanggung beban ganda –selain melakukan evakuasi, mereka juga harus mencegah orang masuk ke lokasi agar tidak jatuh korban lagi–. Situ Gintung menjadi atraksi wisata bencana baru di Ibukota. Selain wisatawan, lokasi tersebut juga dipenuhi oleh para pedagang kaget, tukang parkir dadakan dan juga berbagai posko yang didirikan para caleg dan parpol .

Tapi untungnya kejadian itu terjadi pada saat parpol sedang sibuk menebar janji dan menjaring simpati sebelum coblosan eh contrengan, sehingga begitu musibah datang para caleg dan parpol ber-fastabikhul khairat (lomba dalam kebaikan) mendirikan posko dan mengucurkan bantuan untuk para korban bencana tersebut. Mereka menyatakan bahwa posko dan penyaluran bencana murni demi alasan kemanusiaan, tapi toh mulut adalah mulut yang bisa membelokkan apa yang ada di hati. Memang kita tidak bisa berburuk sangka kalau posko-posko itu, tapi mengingat bahwa saat ini adalah saat dimana para calon wakil rakyat dan partai politik harus membuktikan keberpihakan mereka kepada konstituen mereka dan kegiatan penyaluran bencana tersebut tentu akan meningkatkan citra mereka, maka adalah jamak bila banyak kalangan melihat “sisi lain” dari kegiatan tersebut.

Musibah Situ Gintung mengingatkan aku pada musibah gempa bumi yang melanda Yogyakarta tanggal 28 Mei 2006 yang lalu. Saat itu kebetulan aku sedang pulang kampung dan merasakan sendiri getaran gempa tektonik yang membuat pemukiman di Kabupaten Bantul, Sleman dan Klaten luluh lantak. Saat aku mengunjungi teman yang menjadi korban gempa sekaligus membawakan makanan untuknya, aku melihat posko-posko yang didirikan oleh beberapa parpol. Selain itu, gejala “wisata bencana” juga terlihat saat itu, dan memang beberapa hari kemudian teman-teman yang ikut membantu korban bencana tersebut menceritakan betapa banyak wisatawan bencana yang datang ke lokasi bencana hanya untuk melihat dan justru menyulitkan baik korban maupun sukarelawan untuk melakukan kegiatannya.

Memang terkadang bencana untuk orang merupakan keuntungan untuk orang lainnya.Jadi inget puisinya Sutardji Calzoum Bachri berikut:

Tanah Air Mata

Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami

di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami

di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami

kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana

bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian kan hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s