Auman Macan Ompong… Prediksi Tahun 2010

Akhirnya kita memasuki tahun Macan 2010. Seperti biasa, media massa dihiasi dengan kaleidoskop tahun 2009 – siapa menikah dengan siapa; siapa melahirkan apa, apa ditabrak apa dan kejadian lain yang menyangkut kata “siapa” dan “apa” tersebut – dan tentu saja media massa dihiasi dengan berbagai prediksi mengenai tahun 2010 yang akan kita lewati ini. Beragam narasumber berlomba-lomba membuat prakiraan ini, dari para ilmuwan, ekonom, politisi, selebriti sampai peramal kondang macam Mama Lauren ikut sumbang suara.

Namun demikian, ada berita menarik yang tertayang di situs japantimes.co.jp berikut:

Double-dip recession forecast by big firms

Kyodo News

Nearly 40 percent of major companies in a survey said that the economy is “highly likely” or “likely” to fall into a double-dip recession, according to results compiled Saturday.

The survey of 109 leading companies, conducted from late November through mid-December, found that 40 firms, or 37 percent of those surveyed, anticipate a further downturn in economic activity. The survey covered companies including Canon Inc., Nippon Steel Corp., Nippon Oil Corp., Sony Corp., Toyota Motor Corp. and Mitsubishi UFJ Financial Group Inc.

In reply to a multiple response question about their reasons for the pessimistic outlook, 26 of the 40 companies attributed it to the yen’s appreciation. In addition, 24 firms replied that the effects of stimulus measures adopted by the government will wane, while 23 referred to deepening deflation.

Asked when they expect a double-dip recession to strike, 21 companies responded between January and March, while 16 replied between April and June.

However, 56 of the 109 companies, or about 51 percent, said they expect the domestic economy to stage a full-scale rally in the second half of 2010.

With regard to the economic policy of the Democratic Party of Japan-led government, 48 companies want to see a clear road map toward medium and long-term growth.

Among other survey findings, 20 companies are planning to cut back on capital spending in fiscal 2010, while 33 firms are considering workforce reductions.

Dari berita tersebut terlihat bahwa para pelaku bisnis dan ekonomi di Jepang masih tetap khawatir dengan kondisi ekonomi tahun 2010. Mereka melihat gejala penguatan mata uang Yen menjadi ganjalan atas upaya penyehatan kembali ekonomi Jepang. Para pelaku bisnis tampaknya enggan untuk melakukan ekspansi dan cenderung untuk mengurangi karyawan pada tahun 2010 nanti.

Secara makro, menyitir situs web.rollins.edu, ekonomi dunia diprakirakan mengalami pertumbuhan maksimal 3%. Pertumbuhan ekonomi sebesar ini masih akan mengakibatkan tingkat pengangguran sebesar 10% pada tahun 2010. Tampaknya banyak pihak masih pesimis melihat perkembangan ekonomi tahun 2010.

Namun demikian, Asahi Shinbun, mengutip Presiden Direktur Panasonic Fumio Ohtsubo, menyatakan bahwa Panasonic melihat celah pasar di China dimana wilayah-wilayah di negara itu saat ini membutuhkan banyak peralatan elektronika seiring kemajuan ekonomi yang melanda negara Tirai Bambu tersebut. Kemajuan ekonomi China yang diprediksikan akan menjadi “Raksasa Ekonomi” nomor 2 di dunia menggantikan Jepang pada tahun 2010 membuat rakyat Republik Rakyat China membutuhkan lebih banyak barang “mewah” termasuk alat-alat elektronik.

Lebih menarik lagi, editorial Asahi Shinbun pada tanggal 4 Januari 2010 menyuarakan kembali perlunya Jepang mengambil langkah-langkah yang lebih kreatif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

“…Japan’s fresh start toward growth requires a wholesale re-evaluation of all of its assets.

Human resources hold the key, either at businesses or in regions. Japan needs experts who can gather information on resources that other Asian nations need, as well as those who have the foresight to realize what Japanese resources can be utilized.

It is important for both businesses and regions to build networks of valuable customers and indispensable partners in other parts of Asia. Through such efforts, can’t Japan’s small and midsize enterprises establish 100 brands that are prized across Asia? Similarly, can’t there be 100 regional areas across the nation that produce specialties coveted in Asia?

It is not enough that more Japanese are working in other parts of Asia. Japan itself needs to transform itself into a society that is more open to people from the rest of Asia.

Japan should try to attract more tourists and students and also accept more foreign workers. Japan should also accept more Asian investors who highly value Japanese businesses and regions…”

Demikian saran Asahi Shinbun agar ekonomi Jepang makin kuat di tahun-tahun mendatang.

Nah, kalo begitu, selamat berburu kesempatan dan kebahagiaan di tahun macan 2010….

3 responses to “Auman Macan Ompong… Prediksi Tahun 2010

  1. Pertumbuhan ekonomi minimal 3%? Wow, no wonder byk staff Jepang yg pengen dimutasi ke Indonesia.

    Indonesia sendiri diprediksi akan mencapai pertumbuhan di kisaran 5 – 5,5 persen utk 2010 (according to BI), yg menurut byk economist sebenarnya masih sangat kurang mengingat laju penduduk yg tinggi (krn gagalnya program KB) dan jumlah angkatan kerja baru yg lebih besar dibandingkan lapangan kerja yg tersedia tiap tahunnya. Dengan kenyataan spt ini petinggi kita ternyata lebih optimis dan menggadang-gadang akronim ‘Chindonesia’ kemana-mana.

    Menurutmu bagusan mana, Mas? Yg pesimis krn terbuka dengan kenyataan ato yg optimis krn menutp mata?😆

  2. @Elok: Amiin…
    @Lian: akan lebih bagus bagi mereka yang bisa membaca kemana arah angin berhembus, sebab merekalah yang tidak pernah mengalami optimisme atau pesimisme…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s