Balada Caraka Kelana (11): Mempromosikan Indonesia di Negeri Sakura

Setelah dua tahun tiga bulan -dari April 2009 hingga Juli 2011- berkutat dengan pelayanan dan perlindungan, akhirnya Papi menugaskan aku ke bagian sosial budaya dan kehumasan. Bagian yang tadinya digawangi pak Han, Wan dan Ima, saat aku masuk hanya diawaki dua orang, aku dan Lia -pengganti Ima yang pulang sebulan setelah gempa-. Pak Han dipindahkan Papi ke bagian pelayanan dan perlindungan bersama pak Mar -yang tadinya di bagian politik-, sementara Tom -pengganti Wan yang pulang pada bulan Juli itu juga- juga ditugaskan di bagian pelayanan. Perputaran ini adalah dampak keinginan Papi untuk mengoptimalkan “kinerja” staf bawahannya dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pos Tokyo.

Tugas di bagian ini meliputi kegiatan pembinaan kerjasama kedua negara di bidang sosial dan budaya, promosi wisata serta promosi budaya dan bahasa Indonesia, penyediaan media informasi mengenai Indonesia serta melakukan pemutakhiran situs dan akun jejaring yang dimiliki pos Tokyo. Secara konkret, kami membantu berbagai institusi di bidang sosial, pendidikan, budaya, pariwisata, kepemudaan dan olahraga, informatika dan komunikasi, pers dan kehumasan dan beberapa institusi lain yang isunya berbau “sosial” atau “budaya”.

Di bagian baru ini, terdapat beberapa kegiatan yang bersifat rutin. Kegiatan tersebut antara lain pemberian izin jurnalistik, pengiriman bahan promosi, fasilitasi dan partisipasi dalam berbagai festival, pemberian dukungan program pertukaran pemuda dan pelajar dan lomba pidato bahasa Indonesia, serta beberapa kegiatan lain.

Pemberian izin peliputan di Indonesia bagi pers Jepang yang meliputi proses wawancara, pengiriman berkas ke Pusat untuk dibahas dalam rapat antar instansi dan pemberian rekomendasi visa. Dalam setahun setidaknya kami mengeluarkan visa jurnalistik bagi 50 grup jurnalis Jepang dan sebagian besar tema liputan adalah objek wisata, bisnis dan ekonomi.

Pengiriman bahan promosi Indonesia ke berbagai festival di Jepang yang diselenggarakan oleh berbagai pihak, baik warga negara Jepang atau warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang. Sebagai catatan, banyak sekali kelompok budaya Indonesia di Jepang seperti grup tari dan musik tradisional Indonesia seperti grup Wyarihita dan Basundhari yang mempromosikan tari Bali, grup gamelan Jawa seperti Lambangsari, grup angklung Indah Putri, atau grup Jukung Music yang dikomandani Belih Tetsuro Koyano yang juga adalah dalang wayang Bali.

Grup-grup ini secara rutin menggelar pertunjukan, bahkan salah satu grup tari Bali yakni Geinoh Yamashirogumi telah menggelar Festival Kecak Shinjuku sejak tahun 1975! Grup lain seperti Basundhari di bawah pimpinan Ibu Ami Hasegawa telah menyelenggarakan Enoshima Bali Sunset Festival sejak tahun 2006 di sebuah taman rekreasi di Enoshima, Prefektur Kanagawa. Grup gamelan Lambangsari yang diketuai Ms. Kayo Kimura dengan sinden-sinden Jepangnya; Grup Angklung Indah Putri dengan Takae Niiya-sensei yang telah mendalami angklung selama lebih dari 31 tahun atau grup tarian nusantara Duta Melati dibawah arahan bu Tini Kodrat secara rutin menggelar pertunjukan. Aku dan istriku seringkali mewakili pos Tokyo untuk melihat pertunjukan-pertunjukan tersebut.

Kami juga ikutserta dalam berbagai event promosi sosial budaya dan pariwisata. Event yang secara rutin diikuti oleh pos Tokyo antara lain event di Peace Boat Global Fiesta, sebuah kapal pesiar yang sebagian besar awaknya adalah WNI; Dotonbori Oi Festa di Shinagawa-ku, Kesennuma Minato Festival dan berbagai kegiatan seminar budaya baik di Tokyo, maupun di beberapa kota di sekitarnya.

Selain itu, kami juga memfasilitasi peserta event seni atau budaya dari Indonesia yang datang ke Jepang. Beberapa event tersebut antara lain Sapporo Snow Festival, Kagoshima Asian Youth Festival dan tentu saja Festival Indonesia yang diselenggarakan oleh Pos Tokyo.

Patung Salju hasil seniman Indonesia di Sapporo Snow Festival 2012

Patung Salju hasil seniman Indonesia di Sapporo Snow Festival 2012

Kami juga bekerja sama dengan kementerian pariwisata untuk melakukan promosi pariwisata Indonesia. Sebagai catatan, Indonesia khususnya Bali menjadi destinasi nomor 20-an di Jepang jauh di bawah Korea, China (termasuk Taiwan, Hongkong, dan Macau), Amerika Serikat (termasuk Guam, Hawaii dan beberapa destinasi di Pasifik yang merupakan wilayah adminstrasi AS), Perancis, Jerman, Spanyol, Thailand, Filipina bahkan Malaysia! Oleh karena itu, kami secara intensif menggarap pasar Jepang yang walaupun pasarnya didominasi kaum lansia namun masih terbuka lebar. Hampir setiap bulan kami mengirimkan brosur, display dan mencarikan pembicara dalam berbagai seminar dan pertemuan di seantero Jepang. Pos Tokyo dan kementerian pariwisata juga tampil dalam beberapa event besar promosi wisata seperti JATA Travel Fair yang diselenggarakan Japan Association of Travel Agents, Marine and Diving Fair, Long-stay Fair dan International Meeting Expo.

Sebelum aku pulang, seorang staf direktorat pengembangan pasar pariwisata menanyakan strategi promosi wisata Jepang, aku sarankan agar kementerian pariwisata bekerjasama dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) -kantor promosi wisata binaan kemenparenkraf di Tokyo- memasang iklan Visit Indonesia di taksi seperti halnya iklan “Malaysia Truly Asia” yang pernah aku lihat di sebuah taksi yang mangkal di stasiun Gotanda dekat kantor.

Mendampingi Ibu Mari Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Jepang, September 2012

Mendampingi Ibu Mari Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Jepang, September 2012

Untuk mempererat hubungan antar orang (people-to-people contact) pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia secara bergantian mengadakan kegiatan pertukaran pelajar dan pemuda. Jepang menyelenggarakan beberapa progam pertukaran antara lain program JENESYS (Japan – East Asia Network of Exchange for Student and Youth) dan SSEAYP (Ship for South East Asian Youth Program).

Program Jenesys melibatkan pemuda dan pelajar dari sekitar 23 negara di Asia Timur dan Pasifik. Program ini diselenggarakan secara terpisah, dalam arti kelompok dari masing-masing negara diundang terpisah untuk datang ke Jepang. Program ini berakhir pada tahun 2012 dan sebagai gantinya Jepang menyelenggarakan program Kizuna Project yang skalanya lebih kecil. Pengurangan skala ini terkait dengan kelesuan ekonomi yang menghantam Jepang pasca Lehman Shock 2008.

Program kedua yaitu SSEAYP telah berjalan sejak tahun 1974 dan memiliki alumni lebih dari 8500 orang yang tersebar di Jepang dan sepuluh negara anggota ASEAN. Program ini dimulai dengan pelayaran Kapal Nippon Maru yang mengangkut perwakilan pemuda dan pelajar dari Jepang dan sepuluh negara ASEAN ke beberapa pelabuhan di negara ASEAN. Pelayaran tersebut berjalan dari bulan Oktober hingga Desember tiap tahun. Acara ditutup dengan Resepsi penutupan yang biasanya dihadiri oleh Duta Besar masing-masing negara ASEAN di Tokyo. Dalam rangkaian acara tersebut, kelompok dari masing-masing negara mempresentasikan kekayaan budayanya ke seluruh peserta. Peserta dari Indonesia biasanya menampilkan berbagai tari dan lagu daerah.

Program pertukaran lain adalah kunjungan pimpinan pesantren ke Jepang. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kedubes Jepang Jakarta dan Kemlu Jepang ini bertujuan untuk “empowering the moderate” dengan memajukan dialog antara pengasuh pondok pesantren dengan masyarakat Jepang.

Kegiatan rutin lainnya adalah penyelenggaraan lomba pidato bahasa Indonesia. Kegiatan ini biasanya diadakan oleh perguruan tinggi Jepang misalnya Kanda University of International Studies di Chiba dan diadakan juga oleh PPI misalnya PPI di Nagoya dan di Fukuoka. Peserta lomba adalah orang Jepang yang belajar bahasa Indonesia baik di berbagai universitas maupun belajar secara otodidak. Sebagai catatan, bahasa Indonesia diajarkan pada paling tidak 25 universitas di seluruh Jepang, ditambah beberapa lembaga pendidikan bahasa. Kecenderungan pengajaran bahasa Indonesia dalam dua tahun ini makin meningkat seiring ekspansi bisnis Jepang ke Indonesia.

Kami juga seringkali memfasilitasi para atlet Indonesia atau mahasiswa dari Indonesia yang datang bertanding atau mengikuti berbagai lomba di Jepang, walaupun fasilitasi yang kami sediakan seperti penginapan, transportasi ataupun konsumsi jauh dari kelayakan. Wisma Staf pernah menjadi tempat penginapan bagi atlet dari cabang olah raga aerobik dan tenis serta penginapan bagi mahasiswa yang mengikuti lomba moot court international.

Kegiatan rutin lainnya adalah pengelolaan jejaring media humas yang dimiliki pos Tokyo. Media humas  ini berupa situs pos Tokyo, baik situs yang dikelola mandiri maupun situs yang tergabung dalam portal kementerian. Ada sedikit cerita menyangkut situs ini. Papi merasa tampilan situs portal kementerian tidak fleksibel dan kurang handal untuk menyebarluaskan Indonesia di publik Jepang, namun karena amanat peraturan menteri, kami tidak bisa membiarkan situs portal tersebut kurang mutakhir. Akhirnya jalan tengah aku tempuh yaitu memutakhirkan dua situs secara simultan. Kami juga memutakhirkan akun jejaring sosial Facebook dan Twitter. Selain itu kami juga mengelola akun email informasi umum. Dalam kegiatan pengelolaan email ini, kami mengecek email dan meneruskan inquiries yang masuk ke masing-masing petugasnya.

Rutinitas lainnya adalah menerima kunjungan anak-anak sekolah dari pelosok Jepang untuk belajar mengenai Indonesia. Biasanya anak-anak sekolah ini kami perlihatkan video tentang Indonesia, penjelasan singkat mengenai Indonesia dan tanya jawab mengenai Indonesia.

Selama satu setengah tahun berada di bagian sosial budaya dan kehumasan, aku mencatat beberapa event menarik. Event-event itu aku sajikan dalam satu kaleidoskop berikut.

Tanggal 24 September 2011, Indonesian Architect Week diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia di sela-sela Kongres Arsitek Se-Dunia di Tokyo. Dalam acara itu, disajikan berbagai karya arsitek Indonesia yang tentu mengundang decak kagum para arsitek dari berbagai negara.

Gaimusho pada tanggal 1-2 Oktober 2011 menyelenggarakan Global Festa Japan 2011 di Taman Hibiya. Acara ini diikuti oleh berbagai lembaga pemerintahan, organisasi internasional dan perwakilan negara-negara sahabat Jepang. Pos Tokyo tak ketinggalan ikut serta dalam acara tersebut.

Pada tanggal 9 Oktober 2012, kami diundang oleh PPI Miyazaki untuk hadir dalam Miyazaki International Art Festival. Di acara itu kami menyaksikan tari poco-poco yang disuguhkan oleh rekan-rekan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Miyazaki, sebuah kota kecil di ujung selatan pulau Kyushu itu.

Pasca kunjungan Presiden RI ke Kesennuma, Papi mewakili pemerintah RI pada tanggal 27 – 28 Oktober 2011 menyerahkan plakat bantuan Presiden RI dan 72 set angklung ke Kesennuma. Pada kesempatan itu, Papi juga menyerahkan barong Bali yang dipunyai pos Tokyo kepada Kadin Kesennuma untuk menggantikan barong Bali milik mereka yang hanyut sewaktu tsunami melanda Kesennuma tanggal 11 Maret 2011.

Sebagai lembaga mitra, Japan National Press Club sering kali mengadakan acara dan mengundang perwakilan pos Tokyo. Salah satu acara tersebut adalah Resepsi JNPC pada tanggal 11 November 2011. Di acara itu, lingkaran pers Jepang berinteraksi dengan pejabat di bidang humas masing-masing kantor perwakilan negara sahabat yang ada di Tokyo. Di ajang itu pula aku memperoleh teman-teman baru di media Jepang.

Beberapa artis Indonesia juga melakukan pentas di Tokyo. Pada tanggal 22 Desember 2011, kami menerima kedatangan JKT 48, sister group AKB 48, sebuah kelompok vokal yang sangat terkenal di Jepang. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2011, Indra Lesmana, Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta (LLW) melakukan pentas di Cafe Blue Notes Roppongi Tokyo. Pentas tersebut diapresiasi oleh penggemar fanatik jazz di Tokyo, bahkan Wada-sensei, salah satu profesor bahasa Indonesia dari TUFS datang dan membawa piringan hitam album Indra Lesmana untuk ditandatangani sang musisi.

Kunjungan JKT 48 ke Tokyo Desember 2011

Kunjungan JKT 48 ke Tokyo Desember 2011

Masuk ke tahun 2012, pos Tokyo menerima kunjungan AEON Teenage  Ambassador pada tanggal 17 Jan 2012. Program ini diselenggarakan oleh AEON, perusahaan retail besar di Jepang dan diikuti oleh siswa sekolah Al Izhar Jakarta. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta melakukan kunjungan ke SMU Nishi dan kunjungan kehormatan ke Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan. Sebagai balasan, SMU Nishi juga berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden SBY pada bulan April 2012.

Pada akhir Januari 2012, aku dan istri menghadiri Perayaan HUT 26 PIIJ (Persatuan Istri Indonesia Jepang). Kelompok ini beranggotakan ibu-ibu WNI yang memiliki suami orang Jepang dan tinggal di Tokyo dan sekitarnya.

Untuk menyambut penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Haneda, tanggal 28 – 30 April 2012, Big Wing Inc. sebagai lembaga pengelola Tokyo International Airport menyelenggarakan Haneda Event. Dalam event tersebut, kami membantu Big Wing mencari pengisi acara yakni toko barang Indonesia dan restoran Indonesia.

Pada tanggal 15 Mei 2012, kami membantu Mami menyelenggarakan Asia-Pacific Ladies Friendship Society (ALFS) Spring Cultural Event. Dalam kegiatan ini Mami menampilkan koleksi tenun Indonesia. Mami juga mengundang VIP dari Jakarta yakni istri beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan istri pengusaha-pengusaha besar di Jakarta. Acara yang dihadiri oleh istri Perdana Menteri Jepang, ibu Hitomi Noda dan istri Menteri Luar Negeri Jepang, ibu Makiko Gemba berjalan dengan sukses walaupun diiringi gerimis.

Dalam rangka memperkenalkan potensi pemuda dan pelajar Indonesia, Kemlu RI melakukan program Outstanding Student for the World pada tanggal 12-15 Juni 2012. Program ini bertujuan memperkenalkan pelajar dan pemuda Indonesia yang berprestasi di ajang ilmiah Internasional seperti Olimpiade Fisika, Matematika dan Sains, Moot Court dan lain-lain. Program ini diikuti 14 siswa dan mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air. Selama 3 hari mereka berkunjung ke berbagai institusi seperti Kemlu Jepang, Parlemen, Institut Teknologi Tokyo, dan organisasi internasional yang berkedudukan di Tokyo seperti ITTO.

Kami juga menghadiri Indonesian Week 2012 yang diselenggarakan mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Asia Pacific Ritsumeikan University (APU) di kota Beppu, Prefektur Oita pada tanggal 6 Juli 2012. Acara ini sangat spektakuler dan sukses besar. Sebagai catatan jumlah mahasiswa Indonesia yang bersekolah di APU berjumlah 154 orang pada saat itu.

Pada tanggal 4-5 Agustus 2012, aku dan pak Djay kepala bagian pendidikan -pengganti prof Mun- mendampingi Papi menghadiri Kongres PPI Jepang di Kobe, Kongres ini diawali pertemuan koordinasi pengurus komisariat tanggal 25-27 Mei 2012 di ruang rapat pos Tokyo. Hal yang melatarbelakangi pertemuan koordinasi adalah keprihatinan Papi atas legitimasi pengurus PPI Jepang. Papi melihat Kongres sebelumnya tidak kuorum karena hanya dihadiri 10 orang peserta dan tidak semuanya berasal dari berbagai komisariat di Jepang. Sesuai kesepakatan pertemuan di akhir Mei itulah, anggota PPI sepakat untuk menggelar Kongres pada awal Agustus 2012 bertempat di kota Kobe. PPI Hyogo dan Kansai bersedia menjadi tuan rumah kongres. Kongres menghasilkan konsep reformasi seperti pembentukan dewan pengawas dan pembentukan pengurus baru yang lebih representatif.

Tanggal 7 – 8 September 2012, pos Tokyo kembali mengadakan Festival Indonesia. Lain dengan event tahun sebelumnya, festival ini diselenggarakan bulan September dan tidak di Taman Yoyogi, namun di Tokyo Midtown, sebuah pusat bisnis elit di Roppongi berdasar permintaan Papi sehingga “nilai” Festival Indonesia naik. Festival dikunjungi sekitar 12.000 orang dan menampilkan bintang tamu Soul ID dan Kotak Band. Aku dan JR yang pindah ke bagianku beberapa bulan sebelum festival bahu-membahu mensukseskan Festival. Terus terang, keengganan Papi untuk memberikan arahan, membuat kami pontang-panting dan deg-degan mempersiapkan Festival. Perusahaan EO juga baru ditunjuk akhir Juli 2012 untuk pelaksanaan di awal September. Dengan persiapan yang hanya sebulan, jumlah pengunjung sebanyak 12.000 orang cukup memuaskan kami selaku panitia.

Setelah pelaksanaan Festival Indonesia, aku disibukkan dengan kunjungan Menparekraf pada tanggal 20 – 22 September 2012. Selain untuk meninjau pelaksanaan JATA Travel Show, Menparekraf juga melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan bidang ekonomi kreatif seperti industri musik, komik, fashion, game dan sinema. Ibu Menteri juga sempat meninjau Tokyo Game Center di Makuhari Messe.

Pada bulan Oktober, aku kedatangan tamu DPRD dari Bali yakni Studi Banding Kepariwisataan DPRD Denpasar pada tanggal 12 Oktober 2012 dan Kunjungan Kerja DPRD Badung tanggal 23 Oktober 2012. Aku mengajak pak Tadahiko Narita, petugas VITO untuk memberikan informasi mengenai promosi pariwisata Indonesia khususnya Bali kepada rombongan tersebut.

Pada tanggal 30 Oktober 2012, kami menyaksikan Police Band Concert yang diorganisir oleh Mainichi Shimbun, salah satu koran terbesar di Jepang. Konser ini diikuti oleh marching band polisi dari beberapa negara antara lain Korea Selatan, Vietnam, Amerika Serikat dan Indonesia. Selanjutnya Mainichi Shimbun melakukan pendekatan ke Papi dan mengutarakan keinginanya untuk mengadakan Police Band Concert tahun 2013 di Jakarta. Hingga tulisan ini disusun, Mainichi Shimbun dan Polri terus berkomunikasi untuk penyelenggaraan Police Band Concert 2013 di Jakarta.

Pada tanggal 2 November 2012, aku mendampingi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit kinerja penempatan nurse dan caregiver Indonesia di Jepang. Audit ini ditujukan kepada BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) sebagai lembaga pengirim. Kami melakukan kunjungan dan pertemuan dengan nurse dan caregiver Indonesia yang sedang mengikuti pelatihan pra-penempatan di HIDA Yokohama Training Center.

Pada tanggal 14 – 17 November 2012 Mantan Presiden Habibie berkunjung ke Nagoya untuk menerima Doktor Honoris Causa di Nagoya University. Pak Habibie selanjutnya juga melakukan pertemuan masyarakat di Balai Indonesia sekaligus mempromosikan buku dan film dengan judul yang sama “Habibie dan Ainun”.

Pada tanggal 17 November 2012 aku menghadiri Suginami Foreign Symposium di Suginami Chamber of Commerce Hall, Asagaya. Pembicara simposium tersebut adalah mbak Met, istri pak Djay kepala bagian pendidikan dan kebetulan adalah kakak angkatan (senpai) sewaktu aku kuliah di Jogja.

Tanggal 18 Desember 2012, aku dan pak Gus, kepala bagianku yang baru datang pada awal Oktober 2012 menghadiri 1st Asia Cosmopolitan Awards yang diselenggarakan ERIA (East Asian Research Institution Association) di Nara Public Hall, Prefektur Nara. Seorang peneliti Indonesia, almarhum Hadi Susastro salah satu founding fathers CSIS (Center for Strategic and International Studies) dianugerahi memorial awards. Di ajang itu aku juga bertemu Prof. Benedict Anderson seorang profesor emiritus Cornell University dan Indonesianis yang karya-karyanya monumental antara lain “Imagined Communities”.

Beberapa hari sebelum aku mengakhiri penugasan di Tokyo, aku menghadiri Indonesian Gala Dinner tanggal 21 Desember 2012. Acara ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan dari Jepang sehingga target kedatangan wisatawan Jepang tercapai.

Sebagai catatan, aku seharusnya kembali pada akhir September 2012, namun pada tanggal 19 September 2012, aku menerima kabar bahwa penugasanku diperpanjang hingga akhir Desember 2012. Pemberitahuan mendadak ini cukup merepotkan, karena kami harus membongkar barang-barang pindahan yang seharuskan dikirimkan awal Oktober. Aku juga harus mencari kontrakan sementara karena kontrak apartemen telah dihentikan per 30 September 2012. Setelah menunggu selama 3 bulan, akhirnya pada tanggal 2 Januari 2013, aku dan Wit istriku kembali ke Jakarta setelah 3 tahun 8 bulan menjalankan tugas di pos Tokyo…. (bersambung)

いい人だから、心にずっと残っている、さようなら東京...

いい人だから、心にずっと残っている、さようなら東京…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s