Formula One Gulf Air Bahrain Grand Prix: Citra, Wisata dan Rio Haryanto

Pada tanggal 2 dan 3 April 2016, Kerajaan Bahrain memiliki gawe yang cukup besar dan menjadi fokus pemberitaan di dunia, khususnya penggila lomba balap jet darat F1. Sirkuit Bahrain menjadi tuan rumah Grand Prix F1 (GP F1) gelaran kedua setelah partai pembuka GP F1 di Melbourne, Australia 19 – 20 Maret 2016. Pelaksanaan Grand Prix Formula 1 merupakan salah satu event internasional utama yang diselengggarakan di Bahrain. Antusiasme masyarakat dalam menyambut event tersebut sangat terlihat. Saya melihat beberapa ruas jalan utama di Bahrain dipasang gerbang yang memperlihatkan hitung mundur (count down) pelaksanaan GP F1 sejak 30 hari sebelum pelaksanaan GP F1. Media massa Bahrain juga melakukan liputan mengenai GP F1 sejak sebulan sebelum pelaksanaan, hampir tiap hari berita tentang persiapan dan berbagai aspek pelaksanaan GP F1 muncul di koran lokal seperti Gulf Daily News ata Daily Tribune News.

Bahrain menjadi tuan rumah GP F1 pertama kali pada tahun 2004 dan hampir setiap tahun kecuali tahun 2011 saat Arab Spring menimbulkan dampak kekacauan sosial di Bahrain, kerajaan ini menuanrumahi ajang GP F1. Tahun 2016 merupakan tahun ke-12 Bahrain menjadi tuan rumah GP F1. Kegiatan ini diselenggarakan di Bahrain International Circuit (BIC) yang terletak di kawasan Sakhir, sebelah selatan kota Manama. Sirkut yang didesain oleh Hermann Tilke, seorang insinyur dari Jerman dan mulai dibangun pada Desember 2002 hingga Maret 2004 dengan  biaya US$ 150 juta ini memiliki total panjang 5,412 kilometer.

Salah satu icon BIC: Al Sakhir Tower (sumber: bahraingp.com)

Salah satu icon BIC: Al Sakhir Tower (sumber: bahraingp.com)

Salah satu keunikan sirkuit ini adalah sirkuit ini terletak di tengah padang pasir sehingga terdapat kekhawatiran bahwa tanah pasir tersebut akan tertiup angin dan mengganggu jalannya balapan sehingga pengelola memutuskan untuk menambahkan zat perekat pada tanah berpasir di sekitar sirkuit dan berhasil mencegah debu pasir beterbangan di tengah event balapan.  Selain event GP F1, sirkuit ini juga dimanfaatkan untuk beberapa ajang balap yaitu FIA World Endurance Championship Six Hours of Bahrain,  GP2 Series dan Porsche Mobil 1 Supercup.

BIC memiliki beberapa fasilitas antara lain: VIP Tower yang memiliki 8 lantai, tempat duduk sebanyak 45.000 kursi, kompleks stop-pit dan paddock modern, pusat kendali balapan dengan kamera canggih yang memungkinkan awak balapan memonitor pergerakan kendaraan, fasilitas gedung bagi 18 tim balap internasional, fasilitas administrasi dan hospitality, pusat kesehatan sesuai standar Federasi Otomotif Internasional (Federation Internationale de l’Automotive/FIA), pusat penyiaran televisi, media center, pusat fotografi, jalur jalan kaki dan terowongan untuk kendaraan, pusat penjualan merchandise, fasilitas parkir untuk 13.000 kendaraan dan sirkuit gokart.

Pembangunan BIC tidak lepas dari peran Putra Mahkota Pangeran Salman bin Hamad Al-Khalifah yang merupakan Presiden Kehormatan Bahrain Motor Federation (BMF). Keberhasilan manajemen BIC dalam penyelenggaraan GP F1 semenjak tahun 2004 membuat Bahrain menjadi salah satu hub event olahraga di kawasan Teluk.

Saat ini BIC dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Shaikh Salman bin Isa Al-Khalifah. Tim manajemen BIC memperoleh reputasi sebagai salah satu manajemen penyelenggara GP F1 terbaik sehingga Azerbaijan, negara yang pertama kali menjadi tuan rumah GP F1 bulan Juni 2016 nanti memilih tim pengawas balapan (race marshal) dibawah kendali Fayez Ramzy Fayes, anggota Dewan BMF dan President Marshals Club sebagai tim mentor bagi tim manajemen dan pengawas balapan dari Azerbaijan. Selain itu, FIA juga memberikan sertifikasi dan akreditasi kepada BMF sebagai lembaga pelatihan regional untuk penyelenggaraan GP F1 tersebut.

Penyelenggaraan GP F1 tahun 2016 yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 1 – 3 April 2016 telah dinilai paling sukses dibandingkan rangkaian penyelenggaraan GP F1 sebelumnya dan dihadiri oleh 92.000 orang penonton sehingga merupakan rekor terbesar dari segi kehadiran penonton. Selain memanfaatkan metode penjualan langsung di outlet resmi di Bahrain City Center, Seef Mall, Moda Mall dan Bandara Internasional Bahrain, BIC juga melakukan pemasaran tiket GP F1 secara daring melalui situs http://www.bahraingp.com dan melalui hotline telepon. Berkat kemudahan tersebut, para penonton GP F1 telah datang beberapa hari sebelum pelaksanaan balap. Selain pelaksanaan balap, atraksi lain yang menarik di venue GP F1 adalah konser musik dari beberapa musisi dunia seperti Jimmy Cliff, Axwell & Ingrosso dan Avicii. Selain itu, BIC juga menawarkan pertunjukan akrobatik, sirkus, dan pertunjukan menarik lain. Penggemar F1 juga dapat menikmati aktifitas simulator F1 di venue BIC serta atraksi Gravity Indoor Skydiving Center.

Selain Grand Prix Formula 1 sebagai atraksi utama, BIC sebagai pihak penyelenggara juga menambah atraksi-atraksi lain seperti konser musik oleh beberapa musisi dunia, pertunjukan akrobat, teater, seniman, atraksi permainan serta simulasi balap Formula 1. Langkah BIC juga direspon oleh pelaku bisnis yang lain dengan penyelenggaraan event-event yang terkait dengan GP F1 seperti Festival Kerajinan Hurafuna dan event lain misalnya event gala dinner di beberapa hotel berbintang di Bahrain.

Walaupun terdapat dugaan ancaman gangguan dari beberapa kelompok terhadap keamanan Bahrain secara umum dan pada ketertiban kegiatan secara khusus, namun prosedur pengamanan terlihat cukup rapi dan tidak mengurangi kenyamanan penggemar F1 untuk datang dan menyaksikan kegiatan tersebut. Untuk memastikan kenyamanan, penyelenggara GP F1 juga mempersiapkan tim medis yang berjumlah 206 orang dan terdiri atas dokter, perawat, paramedis dan teknisi kesehatan.

Menteri Informasi Ali Al Rumaihi menyatakan bahwa pelaksanaan GP F1 mencerminkan kemampuan teknis dan organisatoris Bahrain serta pencapaian dalam segi infrastruktur dan reputasi dalam sektor olahraga, pariwisata dan media. Menteri Ali Al Rumaihi juga menyebutkan bahwa event ini akan diliput oleh 500 pekerja media dari media dan kantor berita internasional, selain itu sekitar 100.000 penggemar juga akan menonton dan menikmati aktifitas rekreasi di venue GP F1. Selain itu, Al Rumaihi juga menegaskan tujuan penyelenggaraan GP F1 adalah untuk memamerkan kemampuan Bahrain menjadi tuan rumah event-event internasional dan juga reputasinya sebagai negara model bagi perdamaian, toleransi dan kehidupan bersama.

Dalam kesempatan menghadiri upacara penyerahan trofi GP F1, Putra Mahkota Pangeran Salman bin Hamad Al-Khalifah mengungkapkan bahwa pelaksanaan GP F1 merupakan salah satu wujud komitmen Bahrain untuk meningkatkan kesempatan ekonomi dan salah satu strategi pembangunan berkelanjutan di Bahrain. Lebih lanjut, Putra Mahkota mengingatkan bahwa Bahrain memiliki reputasi sebagai inovator regional termasuk untuk olahraga otomotif yang terlihat dari fakta bahwa Bahrain merupakan negara Teluk pertama yang menyelenggarakan GP F1. Kegiatan ini secara terus-menerus menciptakan kesempatan pertumbuhan baru bagi sektor wisata yang merupakan salah satu pilar dalam strategi diversifikasi ekonomi Bahrain. Putra Mahkota juga menyatakan bahwa selain manfaat bagi ekonomi lokal, GP F1 ini juga memainkan peranan penting sebagai etalase kemampuan Bahrain di ranah internasional.

Penyelenggaraan GP F1 di Bahrain telah menarik wisatawan mancanegara untuk datang. Komisi Hotel Bahrain, Hameed al-Hawachi menyatakan bahwa tingkat hunian hotel meningkat sejak tanggal 31 Maret 2016 dari 75 – 85% untuk hotel bintang empat dan lima dan 100% untuk hotel-hotel lain. Selanjutnya Al-Hawachi mengungkapkan bahwa penyelenggaraan GP F1 tidak hanya menguntungkan industri hotel dan penginapan namun beberapa sektor seperti restoran, taksi dan industri pendukung wisata lainnya. Selain itu, Old Souq (pasar lama) Manama di kawasan Bab al Bahrain juga akan menyelenggarakan event Hurafuna Handycraft Festival untuk menambah atraksi wisata bagi penggemar F1. Khalid Al Zayani, ketua komite pengembangan Old Souq Kadin Bahrain menyatakan bahwa festival tersebut bertujuan untuk mempromosikan produk terbaik Bahrain kepada para wisatawan yang datang untuk GP F1. Selain kerajinan tangan, festival ini juga akan menampilkan foto-foto lama Bahrain dan Tari Ardha, sebuah tarian tradisional Bahrain.

Komunitas bisnis dan pakar ekonomi Bahrain memprediksikan bahwa penyelenggaraan GP F1 akan menghasilkan dana sekitar US$ 500 juta. Kegiatan ini akan meningkatkan perolehan ekonomi bagi pasar lokal yang meliputi seluruh pilar ekonomi nasional termasuk sektor perdagangan, pariwisata, transportasi dan jasa. Menteri Transportasi dan Telekomunikasi Kamal Ahmed menyatakan bahwa hasil pemasaran BIC sejak tahun 2006 hingga 31 Maret 2015 telah menghasilkan dana sebesar BD 75,96 juta atau setara US$ 202,53 juta. Selain itu, aset perusahaan BIC juga meningkat dari BD 91,9 juta pada tahun 2011 menjadi BD 104,3 juta pada tahun 2015.

Penyelenggaraan GP F1 musim 2016 juga menarik perhatian masyarakat Indonesia baik di Indonesia maupun di Bahrain dengan keikutsertaan Rio Haryanto, pembalap asal Indonesia yang tergabung dalam tim Manor Racing. Rio Haryanto  tiba di Bandara Internasional Bahrain pada tanggal 29 Maret 2016 dan disambut meriah oleh Duta Besar RI di Manama dan masyarakat Indonesia. Pada awalnya, panitia lokal telah  menginformasikan bahwa Rio akan keluar dari pintu VIP, sehingga hampir seluruh penyambut berada di depan pintu VIP, namun karena ingin membeli nomor lokal, Rio dan rombongan keluar dari pintu umum, oleh karena itu rombongan penyambut berlari-lari ke arah pintu umum. Sambutan ini cukup meriah sehingga membuat orang-orang di Bandara Internasional Bahrain bertanya-tanya siapa yang datang.

Kemeriahan penyambutan Rio Haryanto di Bandara Internasional Bahrain

Kemeriahan penyambutan Rio Haryanto di Bandara Internasional Bahrain

Sehari setelah tiba atau tanggal 30 Maret 2016, Rio Haryanto melakukan kegiatan press conference serta meet and greet di KBRI Manama. Acara tersebut diliput beberapa media massa dan koresponden media Indonesia dan dihadiri oleh sekitar 200 WNI yang tinggal di Bahrain. Keikutsertaan Rio Haryanto juga disorot oleh media Bahrain karena yang bersangkutan merupakan satu-satunya pembalap dari Asia yang mengikuti rangkaian GP F1 ini.

Selain itu, orang tua Rio Haryanto juga tiba di Bahrain pada tanggal 31 Maret 2016 dan menginap di hotel yang sama dengan rombongan Rio, yaitu Elite Resort and Spa. Kedua orang tua Rio menghadiri balapan dan memberi dukungan moral kepada anaknya yang bertarung di arena jet balap tersebut. Saya dan teman-teman tak lupa memfasilitasi mobilitas kedua orang tua Rio Haryanto.

Pada saat hari H balapan, yaitu tanggal 2 April 2016, masyarakat Indonesia di Bahrain menyelenggarakan nonton bareng GP F1 yang bertempat di ruang serbaguna KBRI Manama dan dihadiri sekitar 70 WNI yang tinggal di Bahrain. Hasil balapan Rio jauh lebih baik daripada raihannya di GP F1 Melbourne dua minggu sebelumnya. Rio berhasil menyelesaikan 55 lap balapan di urutan ke-17.

Langkah-langkah yang diambil Pemerintah Bahrain dalam penyelenggaraan Grand Prix Formula 1 dapat dijadikan contoh bagi pelaksanaan event serupa di Indonesia. Rencana renovasi Sirkuit Internasional Sentul untuk pelaksanaan Grand Prix merupakan salah satu momentum tepat untuk menjaring pendapatan baru di sektor wisata olah raga. Jika Sirkuit Internasional Sentul dapat dipercaya menjadi salah satu gelaran lomba balap internasional, baik Grand Prix Formula atau MotoGP, maka dapat diperkirakan paling tidak 90 ribu wisatawan akan datang dan menghabiskan dolarnya hanya untuk menonton event tersebut. Untuk mengantisipasi perkiraan tersebut, tentu saja perbaikan infrastruktur perlu dilakukan, misalnya dengan menambah moda transportasi kereta commuter dari Bandara baik Soekarno-Hatta atau Halim Perdanakusuma ke Sirkuit Sentul karena sarana dan prasarana transportasi menjadi rapor jelek industri pariwisata dan travel Indonesia.

Lay-out Sirkuit Internasional Sentul (sumber: sentulinternationalcircuit.com)

Lay-out Sirkuit Internasional Sentul (sumber: sentulinternationalcircuit.com)

Indonesia juga dapat memanfaatkan peluang kerjasama pelatihan tim manajemen balap Indonesia ke Bahrain, mengingat Bahrain juga memperoleh akreditasi sebagai salah satu tempat pelatihan manajemen balap terbaik dari FIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s