Profil

DSC_1783Blog ini ditulis oleh Hardiyono Kurniawan. Dia lahir di Magelang,  sebuah kota kecil di pedalaman Jawa yang konon apabila anda menarik dua garis diagonal melewati pulau Jawa, kota ini menjadi titik singgung dua garis diagonal tersebut. Di kota inilah, dia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya di SMA Negeri 1 Magelang.

Setamat SMA, dia berkeinginan untuk mengikuti jejak kakaknya kuliah di Universitas Gadjah Mada, salah satu universitas yang konon berpredikat terbaik di negeri ini. Karena latar belakang jurusan A2 yang dipilihnya sewaktu di SMA dan formulir IPC yang dibeli saat pendaftaran UMPTN, dia memilih untuk mengambil jurusan komputer, farmasi dan akuntansi, namun demi melihat buku setebal bantal berjudul “Intermediate Accounting” yang dibawa pulang sang kakak, dia mengganti pilihan jurusan akuntansi dengan Sastra Jepang. Sewaktu pengumuman UMPTN, ternyata dia diterima di jurusan yang dia ambil sebagai pilihan terakhir itu.

Lalu dimulailah perjalanan akademiknya menggeluti bahasa Jepang. Setelah 9 tahun masa kuliah dan bekerja -dia harus bersusah payah mencari uang kuliah- dia lulus sebagai Sarjana Sastra dengan kekhususan ilmu lingustik.

Selama masa kuliah, selain disibukan oleh menghafal kosa kata dan huruf kanji Jepang, dia juga menikmati kegiatan seni dan budaya. Dia sempat aktif dan menjadi salah satu “founding father” badan semi otonom “Sastro Budaya” di kampusnya.

Setelah lulus, dia bekerja sebagai pengajar bahasa Jepang bagi calon pemagang atau yang lazim disebut sebagai kenshuusei. Sembari bekerja dia diajak beberapa rekan satu almamater untuk mencoba peruntungan di ujian saringan PNS sebuah kementerian di Jakarta. Alhasil, garis tanganlah yang membawanya lulus dalam serangkaian ujian untuk menjadi PNS di kementerian tersebut.

Dimulailah babak baru sebagai seorang pelayan negara di Jakarta. Dia ditempatkan di beberapa pos dalam negeri antara lain desk Papua serta di Kesekretariatan. Pos-pos itu yang membangkitkan minatnya terhadap kebijakan publik, yang dia pelajari secara otodidak dari beberapa buku dan situs internet.

Setelah beberapa tahun ditempatkan di pos dalam negeri, pimpinan kementerian memutuskan untuk menugaskannya ke pos luar negeri. Pos luar negeri pertama yang dicicipi adalah pos di Tokyo, Jepang. Selama tiga tahun delapan bulan dia mengabdikan diri di Tokyo. Saat ini dia kembali ke Jakarta dan bertugas di badan litbang.

One response to “Profil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s